Judul Paper

Empirical Cumulative Distribution Function (ECDF) Analysis of Thunnus.sp using ARGO Float Sub-surface Multilayer Temperature Data in Indian Ocean South of Java

A paper by

Bambang Sukresno, Agus Hartoko, Budi Sulistyo, Subiyanto

Download this paper on:

Procedia Environmental Sciences 23 ( 2015 ) 358 – 367

Resumed to Bahasa Indonesia by:

Budhi Agung Prasetyo - C552140021

Purposes:

This journal/paper resumed to Bahasa Indonesia for class discussion on postgraduate Marine Technology, Bogor Agricultural University.

Abstrak

Distribusi spasial dari Tuna (Thunnus.sp) di Samudera Hindia Selatan pulau Jawa sudah diteliti. Tuna secara ilmiah dikenal sebagai spesies yang menyukai perairan hangat, telah diketahui bahwa sebarannya sangat dipengaruhi oleh sub-surface temperature. Spesies tuna yang di teliti pada studi ini adalah bigeye tuna (Thunnus obesus), albacore tuna (Thunnus alalunga), yellowfin tuna (Thunnus albacores) dan bluefin tuna (Thunnus maccoyii). Wilayah studi berada di rentang 100oE – 127oE dan 7oS – 20oS sepanjang tahun 2013 selama musim timur (April-September) dan musim barat (Oktober-Maret). Sekitar 1200 titik koordinat dari data ARGO Float dan data hasil tangkapan yang berasal dari hari yang sama di olah untuk mendapatkan rumus polinomial kubik dan koefisien korelasi. Data ARGO Float di olah dengan menggunakan metode krigging. Metode untuk koefisien korelasi yang digunakan dalam studi ini adalah dengan menggunakan Empirical Cumulative Distribusi Function (ECDF), sementara untuk persamaan distribusi spasial dikembangkan dengan menggunakan persamaan regresi polinomial. Sub-surface temperature di Samudera Hindia, Jawa berfluktuasi secara musiman. Dataset distribusi temporal mengindikasikan sub-surface temperature lebih hangat di musim barat dibandingkan dengan musim timur. Fluktuasi musiman dari sub-surface temperature kemungkinan bervariasi karena upwelling. T. alalunga, T. Albacares dan T. Obesus di temukan pada kedalaman 150 m dengan suhu optimum berkisar antara 16oC – 21oC, sementara T. maccoyii di temukan di kedalaman 250 m dengan suhu optimum berkisar antara 13oC – 16oC. Zona penangkapan potensial untuk Thunnus.sp pada musim timur lebih luas dibandingkan dengan musim barat. Kondisi ini terjadi karena variabilitas musiman dari sub-surface temperature.

Resume dalam Bahasa Indonesia