Kali ini saya mau me-review sebuah dorama. Yak!! Dorama!!. Semua pasti pernah nonton dorama kan??? Baik yang secara langsung dengan menonton di stasiun tv Jepang dari TV kabel, mengunduh dari internet, dikasih teman dan lain-lain atau secara tidak sengaja, sewaktu menonton TV terestrial Indonesia yang menayangkan dorama-dorama Jepang seperti Indosiar dll. Kenapa Dorama? Bukan Drama. Yak, silahkan klik disini untuk tahu mengenai penjelasan apa itu Dorama.

Beberapa waktu yang lalu saya memang sengaja mencari dorama untuk hiburan saya disela-sela mengerjakan tesis. Dan kebetulan saya mencari dengan genre komedi, dan tidak sengaja menemukan dorama dengan genre Jidaigeki (Jidaigeki?).

Judul dorama yang saya tonton adalah “Silver 2 Kan”, atau dalam bahasa Jepang 「銀二貫」 atau dibaca ke romaji jadi “Gin ni kan”.

cover
Gin Nikan Cover (Sumber: ebid.net)

Dorama ini berlatar belakang di kota Tenma, Osaka, Jepang. Pada tahun Pertama Tenmei, atau sekitar tahun 1781 dimasa Edo. Bercerita tentang anak dari seorang Samurai yang ayahnya dibunuh karena motif balas dendam yang beranama Matsukichi (diperankan oleh Hayashi Kento). Matsukichi yang saat itu juga hampir di bunuh, diselamatkan oleh Wasuke seorang Juragan Agar-agar dari Tenma dengan imbalan perak sebanyak 2 kan (kan adalah satuan “mata uang” pada zaman Edo di Jepang, 1 kan setara 100 buah). Kemudian Matsukichi hidup dan dibesarkan oleh Wasuke di toko kulakan agar-agar bernama Ikawaya.

Saya sebelumnya memang agak kurang tertarik dengan dorama ini. Karena mungkin saya bukan tipikal orang yang terlalu menyenangi sejarah, apalagi sejarah negara lain (Jepang pulak!). Cuman ada 2 faktor yang menyebabkan saya akhirnya memutuskan untuk menonton ini, bukan dari faktor review atau ratingnya. Faktor pertama ialah pada dorama ini ada salah satu karakter utama (karakter Maho) yang diperankan oleh Matsuoka Mayu. Kenapa dan ada apa dengan Matsuoka Mayu? Ya, karena memang saya nge-fans dengan dia. Semenjak saya nonton film (Jepang) seri Little Forrest : Summer – Autumn (2014) dan Little Forrest: Winter – Spring (2015) yang diperankan oleh Ai Hashimoto. Pada saat itu saya mulai mengenal Mayu dan mencari tahu lebih banyak tentang dia (halaman spesial Mayu di GoldenChoco).

filmku-net_ginnikan-2014-ep07-h264-hdtv-720p-mkv_snapshot_21-34_2016-11-02_08-36-09
Matsuoka Mayu sebagai Maho di Dorama Gin Nikan.

Faktor kedua adalah karakter Maho yang diperankan oleh Mayu, di dorama ini ada versi masa kecilnya, dan diperankan oleh dik Mana Ashida. Siapa yang tidak tahu dik Mana, dia pernah main di film Pacific Rim lhoo. Selain 2 faktor tadi rasanya tidak ada lagi. Dan akhirnya saya kagum sendiri karena saya akhirnya tertarik dengan dorama tersebut. Dorama tersebut memang terlihat sangat sederhana dari plot awalnya, dengan tulisan bahwa dorama ini akan mengisahkan mengenai perjalanan hidup dari Matsukichi di toko kulakan agar-agar di Osaka. But, dont judge book by its cover guys….

filmku-net_ginnikan-2014-ep01-h264-hdtv-720p-mkv_snapshot_40-39_2016-11-07_22-42-10
Mana Ashida sebagai Maho (kecil) di Dorama Gin Nikan.

Ternyata kisahnya Matsukichi sangatlah kompleks, banyak orang-orang di sekitarnya mempengaruhi perjalanan hidupnya. Salah satunya adalah Wasuke sang pemilik toko. Selanjutnya adalah bagaimana Matsukichi menjalankan hidupnya di kelilingi orang-orang yang mayoritas “tidak menyukai” profesi seorang Samurai. Mungkin dalam benak mereka seorang Samurai adalah pembunuh berdarah dingin, sehingga banyak orang-orang yang belum mengenal Matsukichi benci dengan dirinya.

Secara keseluruhan, cerita paling dominan memang mengenai proses berkembangya salah satu warisan makanan Jepang, yaitu jenis Yokan (manisan). Matsukichi seorang yang pernah dilatih hidup keras oleh Wasuke, dengan mengirimnya ke daerah terpencil di Izu (desa Hara) dimana daerah tersebut adalah pabrik agar-agar (Kanten, sebutan Jepangnya) mengetahui seluk beluk pembuatan agar-strip (agar-agar kering setengah jadi). Mencoba untuk membuat sebuah manisan dengan bahan dasar agar-agar yang disebut dengan Kohaku-kan (琥珀羹). Makanan yang berhasil di kembangkan oleh ayah Maho (Mahonoya). Matsukichi bertekad ingin meneruskan cita-cita ayah Maho yang meninggal karena musibah kebakaran untuk mengembangkan manisan Kohaku-kan dengan menggunakan agar-agar dengan kualitas terbaik yang berasal dari toko Ikawaya.

filmku-net_ginnikan-2014-ep03-h264-hdtv-720p-mkv_snapshot_29-08_2016-11-07_22-45-40
Kohaku-kan milik keluarga Mahonoya

Perjalanan yang dilalui Matsukichi tidak semerta-merta hanya dilalui di pabrik agar-agar milik toko Ikawaya saja, akan tetapi semua karakter ikut terlibat dan mempengaruhi. Saya akui semua plot karakter akan diceritakan dalam dorama ini, tetapi tidak menghilangkan esensi dan tujuan dari sang karakter utama yaitu Matsukichi dalam prosesnya mengembangkan Kohaku-kan milik keluarga Mahonoya. Salah satu proses pentingnya adalah berhasilnya Matsukichi menemukan agar-strip dalam bentuk yang kecil dan mudah larut dalam air panas. Hal tersebut merupakan salah satu langkah utama Matsukichi bisa menepati janjinya terhadap Maho, dimana ia akan membuat Kohaku-kan seperti yang dibuat oleh ayah Maho sewaktu masih hidup.

Seiring berjalannya waktu, Matsukichi yang sudah banyak belajar akan makna hidup dan menjadi seorang pedagang/pengusaha dan sudah mengenyampingkan impiannya untuk membalas dendam akan kematian ayahnya dengan menjadi Samurai. Matsukichi akhirnya sadar bahwa balas dendam tidak akan mengembalikan ayahnya hidup kembali. Akan tetapi, dengan ia mencoba bersabar dan ber-anjak dari itu semua ia menjadi orang yang lebih baik.

Selain kisah Matsukichi, ada juga kisah yang dominan dalam dorama ini. Yaitu kisah Maho dari Mahonoya dengan Ibu angkatnya yang menyelamatkan Maho ketika musibah kebakaran terjadi di desanya. Musibah tersebut mengakibatkan Maho kehilangan ayah dan kakeknya. Selain itu ibu angkatnya pun juga kehilangan anak perempuan satu-satunya. Di kesempatan itu Maho kemudian di ambil oleh ibu angkatnya dan Maho kemudian berganti nama menjadi Otetsu. Banyak kisah sedih dari Maho menjadi Otetsu dan ibu angkatnya yang kehilangan anak perempuannya. Saya sebenarnya agak kurang suka dengan kisah ini, akan tetapi pada kisah ini merupakan perkembangan dimana Matsukichi kembali bertemu dengan Maho (Mahonoya) setelah terpisah selama 5 tahun semenjak tragedi kebakaran.

Maho dan Ibu angkatnya Ohiro.
Maho dan Ibu angkatnya Ohiru.
Maho (kecil) diselamatkan oleh Ohiro.
Maho (kecil) diselamatkan oleh Ohiru.
Maho (kecil) diselamatkan oleh Ohiro.
Maho (kecil) diselamatkan oleh Ohiru.

Maho yang sudah berganti nama menjadi Otetsu, dan tinggal bersama ibu angkatnya bernama Ohiru ternyata sudah “move on”, alias sudah tidak ingin mengingat lagi tragedi yang terjadi 5 tahun silam yang merenggut orang-orang yang mereka cintai. Otetsu dan Ohiru kemudian tidak mengakui bahwa Maho merupakan anak dari keluarga Mahonoya yang saat ini hidup bersama Ohiru. Dan Maho “celakanya” ikut juga memutuskan bahwa dirinya bukan Maho dari keluarga Mahonoya melainkan anak kandung dari ibu angkatnya yang beranama Otetsu. Gimana, bingungkan??? Apalagi saya yang nonton. 😀

Matsukichi dan orang-orang di Ikawaya akhirnya mengetahui background Otetsu yang merupakan Maho dari Mahonoya dan mengapa ia sampai akhirnya memutuskan untuk berganti nama menjadi Otetsu dan tinggal bersama perempuan bernama Ohiru. Kisah mengenai Maho yang “move on” sama ibu angkatnya ini agaknya terlalu kompleks untuk saya, akan tetapi kisah ini berakhir sangat menyedihkan. Saya tidak akan bercerita detil disini, akan tetapi saya akan menyampaikan pendapat saya yaitu seandainya kita sadar akan betapa menyedihkannya kehilangan orang yang kita cintai seperti ayah, ibu atau bahkan anak, bukan berarti kita harus “move on” seperti cara Maho dan Ohiru tetapi dengan hal positif lain seperti yang dilakukan Matsukichi yaitu dengan meng-ikhlaskan dan mau berubah menjadi orang yang lebih baik.

Banyak kisah lain yang menarik dari dorama ini, saya sendiri hampir tidak bisa menceritakan semuanya karena semuanya menarik. Entah akan menjadi sepanjang apa review ini nantinya kalau saya ceritakan semuanya disini. Maaf,, masih ada satu lagi kisah yang menonjol, yaitu hubungan asmara antara Matsukichi dengan Maho yang dimulai sejak Maho masih kecil. Saya rasa ini agak menarik, kenapa menarik? Karena di zaman Edo ternyata sudah ada istilah dari kejadian yang biasa kita sebut sekarang Pedofilia atau menyukai anak-anak kecil. Tapi tenang, tampaknya Matsukichi paham betul bahwa Maho (kecil) bukan mangsanya, dan terima kasih berkat tragedi itu Matsukichi bisa berpisah sejenak dengan Maho hingga Maho beranjak dewasa hehe. 😀

Matsukichi menikah dengan Maho dan menjadi penerus Ikawaya.
Matsukichi menikah dengan Maho dan menjadi penerus Ikawaya.

Cantiknya Matsuoka Mayu ehehehehe ………………………

Matsukichi, Maho dan anak pertama mereka sedang menyapa Wasuke (pendiri Ikawaya)
Matsukichi, Maho dan anak pertama mereka sedang menyapa Wasuke (pendiri Ikawaya)

Tapi yang pasti, walaupun dorama ini dikemas dengan latar zaman Edo (mirip-mirip film laga cina jadul) akan tetapi tidak secepat alur cerita dan semerawut film-film atau drama lain yang serupa. Kalau anda tipikal orang yang suka akan kedamaian, atau suka dengan ketenangan. Dorama ini cocok untuk anda tonton sambil menikmati waktu istirahat anda, karena dorama ini tidak seberat film atau drama sejarah lain. Dengan seri plot dari masing-masing karakter yang lengkap tetapi tidak terlalu panjang, kiranya dorama ini mungkin termasuk ke dalam dorama jidaigeki yang baik untuk di tonton. Memang banyak istilah-istilah asing atau istilah yang hanya berada di Jepang yang akan menyulitkan kita memahami cerita. Akan tetapi saat ini sudah ada subtitle berbahasa inggris yang di rilis oleh Wabi-Sabi subs dari D-Addicts dengan beberapa caption penjelasan singkat akan istilah-istilah Jepang tadi.

Terakhir, mengenai apa yang bisa kita ambil dari Dorama ini? Banyak sekali ke-arifan lokal masyarakat Jepang di zaman Edo yang anda bisa ambil dalam menonton dorama ini. Saya sendiri mengakui bahwa dorama ini mengajarkan kita untuk tidak terus menyimpan dendam karena dendam tidak akan menyelesaikan masalah. Masyarakat Jepang di zaman itu tidak banyak berbeda dengan di zaman sekarang.

Kurang lebih mungkin sekian review singkat dari saya mengenai dorama Gin Nikan ini, kurang lebih mohon maaf, apabila ada yang salah mohon perbaiki dengan menyampaikannya di kolom komentar dibawah posting ini. Semoga hari anda menyenangkan. 🙂

Catatan kaki:

  1. Semua istilah Jepang yang asing dalam posting ini sudah saya berikan link mengenai makna dan penjelasan singkatnya baik dalam bahasa Inggris maupun berbahasa Indonesia
  2. Dorama ini saya dapatkan dari beberapa link hosting, dan saya tidak menyediakan link tersebut. Tetapi apabila anda tertarik, silahkan cari di website dimana saya lupa menghapus nama websitenya di gambar screenshoot yang ada di posting ini.
  3. Matsuoka Mayu memiliki halaman spesial di GoldenChoco, dalam rangka mengenalkan kepada publik di Indonesia mengenai salah satu aktris Jepang dengan prestasi gemilang yang sedang merintis di dunia hiburan Jepang. Halamannya bisa dibuka di http://www.goldenchoco.web.id/special/mayu-note/ .