Destinasi Liburan ala Backpacker di Bandung

Destinasi Liburan ala Backpacker di Bandung

Pekerjaan kantor dan tugas yang menumpuk membuat pikiran Anda menjadi pusing. Raga bekerja sementara jiwa sudah tak fokus dengan pekerjaan dan berharap liburan di akhir pekan untuk refreshing. Sambil mengerjakan itu semua perlahan Anda mulai mencari tempat-tempat untuk liburan dan menghabiskan waktu di akhir pekan, namun hal penting yang perlu diperhatikan adalah budgeting. Banyaknya pengeluaran Anda bulan ini membuat Anda harus sebisa mungkin irit. Lalu bagaimana dengan rencana liburan Anda? Apakah masih bisa dieksekusi? (more…)...
Read More
[Review] Analisis Spasial dengan menggunakan GIS sebagai alat untuk menduga ketersediaan spesies Ikan karang dekat pesisir di Amerika Samoa

[Review] Analisis Spasial dengan menggunakan GIS sebagai alat untuk menduga ketersediaan spesies Ikan karang dekat pesisir di Amerika Samoa

Judul PaperGIS derived spatial analysis as a tool to predict nearshore coral reef fish species presence in American Samoa, 11th Proceedings of Coral Reef Symposium, Florida,  2008A paper by Brown, D.P., and G.R. Allen. Download this paper on:ReefBase Online LibraryProceedings of the 11th International Coral Reef Symposium, Ft. Lauderdale, Florida, 7-11 July 2008. Vol. 1: 605-608 (Session number 17)Resumed to Bahasa Indonesia by:Budhi Agung Prasetyo - C552140021Mulkan Nuzapril - C552140031Purposes:This journal/paper resumed to Bahasa Indonesia for class discussion on postgraduate Marine Technology, Bogor Agricultural University.AbstrakDinas Taman Nasional Amerika telah melaksanakan inventarisasi terhadap spesies-spesies penting yang ditemukan di dalam garis batas taman nasional Amerika. Hal tersebut merupakan bagian dari program pemantauan dan inventarisasi yang bertujuan untuk pelaksanaan perencanan dan manajemen di semua Taman Nasional di Amerika Serikat. Di Taman Nasional Samoa Amerika, inventarisasi dari perikanan karang tersebut telah menmukan sebanyak 47 spesies baru. Inventarisasi tersebut dilakukan dengan menggunakan peta dasar berbasis SIG dari distribusi geografis ikan laut yang ada, maupun dengan menggunakan prosedur...
Read More

[Review] Dampak Perubahan Lingkungan Oseanografi dan fenomena Atmosferik untuk Pengembangan Budidaya Pesisir: Studi Kasus untuk Kelp dan Scallops di Selatan Hokkaido, Jepang

Judul Paper Impact of Oceanographic Environmental Shifts and Atmospheric Events on the Sustainable Development of Coastal Aquaculture: A Case Study of Kelp and Scallops in Southern Hokkaido, Japan A paper by Yang Liu, Sei-Ichi Saitoh, Satoshi Nakada, Xun Zhang and Toru Hirawake Download this paper on:http:///www.mdpi.com/journal/sustainability Sustainability 2015, 7, 1263-1279; doi:10.3390/su7021263  Resumed to Bahasa Indonesia by: Budhi Agung Prasetyo - C552140021 Purposes: This journal/paper resumed to Bahasa Indonesia for class discussion on postgraduate Marine Technology, Bogor Agricultural University. Abstrak Pada studi ini akan membahas mengenai aplikasi dari satelit penginderaan jauh dan sistem informasi geografis kelautan untuk penerapannya terhadap budidaya secara berkelanjutan di Selatan Hokkaido, Jepang, dengan fokus terhadap budidaya kelp dan scallop. Dengan mengembangkan sebuah model untuk penentuan lokasi yang sesuai untuk budidaya (Suitable Aquaculture Site-Selection Model, SASSM) untuk kultur dari Gagome (jenis kelp) yang tumbuh di wilayah yang sama. Model untuk kelp Jepang dan Gagome menunjukkan bahwa distribusi dari kesesuaian wilayah untuk kedua spesies saling tumpang tindih. Sehingga kompetisi antar kedua spesies terjadi di sepanjang garis pantai Hakodate dan Esan....
Read More
Aplikasi dari Data Satelit Multi-Sensor dan Data Perikanan, Model Statistik dan SIG Kelautan untuk Pendeteksian Preferensi Habitat dari Tuna Skipjack (Studi Kasus)

Aplikasi dari Data Satelit Multi-Sensor dan Data Perikanan, Model Statistik dan SIG Kelautan untuk Pendeteksian Preferensi Habitat dari Tuna Skipjack (Studi Kasus)

Original artikel oleh:Mugo, Robinson. Sei-Ichi Saitoh. Akira Nihira. Tadaaki Kuroyama. 2011. Application of Multi-Sensor Satellite and Fishery Data, Statistical Models and Marine-GIS to Detect Habitat Preferences of Skipjack Tuna. IOCCG (International Ocean Colour Coordinating Group).Di resume dan di telaah ulang oleh:Budhi Agung Prasetyo (C552140021)DownloadSilahkan hubungi penulis untuk mengunduh dokumen ini.PendahuluanKemajuan teknologi remote sensing untuk kelautan telah menambah pengetahuan dan informasi akan fenomena oseanograsi secara spasial dan temporal yang lebih luas daripada dengan teknologi sebelumnya seperti buoy dan survey dengan menggunakan kapal. Teknologi remote sensing yang digunakan untuk oseanografi saat ini berkembang di antaranya Sea Surface Temperature (SST), ocean colour, dan ocean altimetry. Aplikasi dari teknologi SIG dengan menggunakan citra remote sensing dan model statistik di oseanografi perikanan menurut Valananis, et al (2008) juga memperluas cakupan studi kelautan secara ruang dan waktu. Analisa perikanan dengan menggunakan data remote sensing dengan menggunakan metode SIG bisa memberikan penjelasan mengenai hubungan antara biota laut dengan lingkungan laut sebagai habitat mereka (Valavanis et al.,2008).Tuna Cakalang...
Read More

Pengurangan Bias dari Data SST Satelit dibandingkan dengan Pengukuran In Situ

Original paper olehMerchant, C.J & Harris, A.R, 1999 Journal of Geophysial ResearchDownload arsipnya disini:PPT dari Resume Jurnal PDF Jurnal Asli Resume Jurnal Diresume oleh:BUDHI AGUNG PRASETYO C552140021FANNY MELIANI C552140141PENDAHULUANPada paper terdahulu, kami memperkenalkan koefisien baru untuk mendapatkan Sea Surface Temperature (SST) dari observasi Along-Track Scanning Radiometer (ATSR). Model baru ini digunakan untuk memproses ulang data ATSR. SST yang diperoleh menggunakan model dahulu bias pada suhu dingin, dikarenakan adanya pengaruh dari erupsi Gunung Pinatubo di Filipina 1 bulan sebelum peluncuran ERS-1. SST dihasilkan dari kombinasi linier antara BT-ATSR dari 2-3 kanal pada panjang gelombang berbeda. Kanal 11 dan 12 µm digunakan untuk day scene, sedangkan kanal 3,7 µm untuk night scene. Istilah dual-2 digunakan untuk hasil yang didapat menggunakan dual-view two-channel dan dual-3 untuk dual-view three-channel.Koefisien baru dibuat berdasarkan pemodelan fisik ATSR Brightness Temperature (BT) pada berbagai kondisi permukaan laut dan atmosfer. Koefisien baru dirancang untuk tidak sensitif terhadap aerosol stratosfer, disebut juga ‘tahan aerosol’. Caranya dengan memilih koefisien yang melipatgandakan BT menjadi orthogonal ketika BT berubah...
Read More